Superbersih.id – Banjir kembali melanda wilayah Kabupaten Cirebon. Kali ini, tiga desa di Kecamatan Gunungjati terdampak cukup parah setelah hujan deras mengguyur sejak Sabtu sore hingga malam, 13 Desember 2025. Desa Astana, Wanakaya, dan Jatimerta terendam banjir akibat luapan Sungai Pekik (Cipager) dan Sungai Condong. Hingga Minggu siang, 14 Desember 2025, air masih bertahan di sejumlah titik dan belum menunjukkan tanda-tanda surut.
Read More : Hotel Prima Cirebon
Ketinggian Air Capai Satu Meter, Rumah Warga Terendam
Pantauan di lapangan menunjukkan ketinggian air bervariasi, mulai dari 50 sentimeter hingga mencapai satu meter. Air bahkan masuk ke dalam rumah warga dan merendam perabotan. Di Desa Astana, banjir menggenangi Blok Parid Utara, Parid Tengah, Parid Timur yang meliputi RT 11, 12, 13, dan 14, serta Blok Sangulara RT 08 RW 02. Aktivitas warga pun lumpuh karena akses jalan tertutup genangan.
Baca juga: Pilkada Serentak 2029 Di Cirebon Diprediksi Sengit
Satu Rumah Ambruk, Ratusan KK Terdampak
Perangkat Desa Astana, Alkaf, mengatakan banjir kali ini tidak hanya merendam ratusan rumah, tetapi juga menyebabkan satu rumah warga ambruk. Rumah tersebut milik Ibu Taryem, warga Blok Sangulara RT 08 RW 02. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, jumlah warga terdampak mencapai ratusan kepala keluarga (KK), ditambah dua musala yang ikut terendam air.
Menurut Alkaf, air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 03.30 WIB dan terus meningkat hingga pagi hari. Sekitar pukul 08.00 WIB, ketinggian air di dalam rumah mencapai 50 sentimeter dan bertahan hingga siang. Warga pun sigap menyelamatkan barang-barang penting dan berupaya menahan air seadanya.
Evakuasi Warga dan Imbauan Tetap Waspada
Tim SAR Brimob bersama Polsek Gunungjati dan pemerintah desa bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir. Komandan Kompi Batalyon C Satbrimob Polda Jabar, Iptu Alim Fauzi melalui Aipda Ade Nana Permana, menyebut empat blok di Desa Astana terendam dengan ketinggian air mencapai satu meter di beberapa lokasi.
Sebagian warga memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman, sementara lainnya bertahan sambil mengamankan harta benda. Petugas mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan mengutamakan keselamatan, terutama bagi anak-anak dan lansia. Hingga kini, petugas gabungan masih siaga di lokasi untuk mengantisipasi kondisi terburuk.