Kota Cirebon Kesulitan Cari Lahan 1.000 Meter untuk Sekretariat Koperasi Merah Putih

Koperasi

Superbersih.id – Sejumlah Koperasi Merah Putih (KMP) di berbagai kelurahan di Kota Cirebon mulai beroperasi meskipun dana permodalan dari bank Himbara belum juga cair. Kondisi ini tidak menghambat aktivitas KMP, karena operasional gerai tetap berjalan menggunakan dana simpanan anggota yang dikelola secara mandiri.

Read More : Pemkot Gelar Rakor Penanggulangan Bencana Di Kota Cirebon

Dengan metode tersebut, pengelola KMP mampu membuka gerai sembako serta menjalankan beberapa kegiatan usaha lainnya. Situasi ini menunjukkan bahwa pergerakan ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan tetap dapat berlanjut meskipun dukungan modal besar belum diterima.

Tidak Ada Kendala Berarti dalam Operasional KMP

Kepala DKUKMPP Kota Cirebon, Iing Daiman, menegaskan bahwa tidak ada kendala signifikan selama KMP terus beroperasi sesuai mekanisme yang telah ditetapkan. Ia menekankan bahwa keberlanjutan gerai merupakan hal paling penting dalam penguatan koperasi. “Sebenarnya tidak ada masalah, yang penting gerai KMP bisa berjalan,” ujarnya, Rabu (10/12/2025).

Iing menjelaskan bahwa konsep Koperasi Merah Putih bukan hanya berbicara tentang kelembagaan, tetapi juga mendorong tumbuhnya kegiatan usaha produktif di tengah masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan gerai yang tetap aktif menjadi bagian penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal.

Baca juga: Kasus Penipuan Investasi Rugikan Warga Cirebon

Dinas Lakukan Pembinaan dan Pelatihan Lintas Instansi

Untuk memperkuat kapasitas pengelola, DKUKMPP Kota Cirebon akan melakukan pembinaan lanjutan. Pelatihan tersebut akan melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Perum Bulog, Telkom, Pertamina, dan pihak lain yang mendukung operasional koperasi.

Pelatihan lintas instansi diharapkan mampu menyamakan persepsi mengenai peran KMP, alur bisnis, hingga langkah-langkah strategis yang harus dipersiapkan oleh para pengelola.

Kebutuhan Lahan 1.000 Meter Masih Menjadi Kendala

Iing juga menyoroti bahwa Instruksi Presiden Nomor 17 mencantumkan kebutuhan lahan minimal 1.000 meter persegi untuk pembangunan Sekretariat Koperasi Merah Putih. Namun, ia   menyampaikan bahwa ketentuan tersebut harus disesuaikan dengan kondisi geografis Kota Cirebon. “Memang idealnya 1.000 meter sesuai Instruksi Presiden, tetapi untuk Kota Cirebon harus menyesuaikan karena sulit mencari lahan seluas itu,” katanya.

Keterbatasan lahan ini menjadi salah satu tantangan yang perlu diperhitungkan dalam pengembangan KMP ke depan. Pemerintah daerah masih terus mencari alternatif solusi agar Sekretariat KMP tetap bisa dibangun tanpa melanggar pedoman yang berlaku.