Diguyur Hujan Berjam-jam, Desa Jemaras Kidul Cirebon Terendam Banjir!

banjir

Superbersih.id – Bencana banjir kembali menjadi ancaman serius bagi warga di wilayah timur Kabupaten Cirebon saat musim hujan tiba. Intensitas hujan yang tinggi, ditambah kondisi aliran sungai yang belum sepenuhnya mampu menampung debit air, membuat sejumlah desa rawan terendam. Salah satunya adalah Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, yang hampir setiap tahun harus berhadapan dengan persoalan serupa.

Read More : Hujan Semalaman, Banjir Rendam 20 Desa di Cirebon hingga 1,5 Meter!

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Cirebon kembali memicu banjir. Kali ini, ratusan rumah warga di Desa Jemaras Kidul, Kecamatan Klangenan, terendam air sejak Sabtu hingga Minggu, 13โ€“14 Desember 2025. Banjir datang cukup cepat dan membuat aktivitas warga lumpuh hampir seharian penuh.

Curah Hujan Tinggi Picu Banjir di Sejumlah RW

Kuwu Desa Jemaras Kidul, Isgiantoro, menjelaskan banjir terjadi akibat curah hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB hingga malam hari. Hujan deras tersebut diperparah dengan kiriman air dari Sungai Dampyang yang meluap ke permukiman warga.

Menurutnya, sedikitnya empat RW terdampak langsung, dengan ratusan kepala keluarga harus berjuang menghadapi genangan air setinggi puluhan hingga satu meter. RW 01 menjadi salah satu wilayah yang lebih dulu terendam, dengan ketinggian air rata-rata 50 hingga 80 sentimeter di beberapa RT.

RW 02 Jadi Wilayah Terdampak Terparah

Isgiantoro menyebut RW 02 sebagai wilayah paling parah terdampak banjir. Di RT 03 saja, sekitar 100 rumah dengan 300 jiwa dan 35 kepala keluarga terendam. Bahkan dua musala ikut kebanjiran. Sementara itu, di RT 04 RW 02, ketinggian air mencapai sekitar satu meter dan merendam 10 rumah warga.

Kondisi serupa juga terjadi di RW 03 dan RW 05. Di RW 03 RT 01, sebanyak 20 rumah dengan 80 jiwa terdampak, dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter. Di RW 05 RT 05, lima rumah dan satu musala turut terendam banjir setinggi kurang lebih 80 sentimeter.

Jalan Desa Ikut Tergenang, Aktivitas Warga Terganggu

Tak hanya rumah warga, banjir juga menggenangi Jalan Nyimas Endang Geulis sepanjang sekitar 200 meter. Ketinggian air di ruas jalan tersebut mencapai 60 sentimeter, membuat kendaraan sulit melintas dan aktivitas warga terganggu.

Pemerintah desa bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta pihak Kecamatan Klangenan langsung melakukan penanganan awal dan pemantauan di lokasi terdampak.

Baca juga: Tur Virtual 360ยฐ Museum Keraton Kasepuhan Cirebon

Warga Mengungsi, Tidak Ada Korban Jiwa

Sebagian warga memilih bertahan di rumah, sementara lainnya mengungsi ke masjid, rumah saudara, atau tetangga yang lebih aman. Isgiantoro memastikan tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

โ€œBanjir seperti ini hampir terjadi setiap tahun karena air kiriman dari hulu. Namun tahun ini yang paling parah, hampir seluruh desa tenggelam,โ€ pungkasnya.